Webblog ini hanya berisi informasi semata..,lain-lain yang mendukung isi informasi tidak sepenuhnya tersedia.

Kenaikan BBM Tak Pengaruhi Manusia Goa

PROBOLINGGO, JUMAT-Berita tentang lonjakan harga kebutuhan pokok, harga baru BBM, tak terlalu dirisaukan keluarga besar Ny Marsiti alias Mak Raden. Dia bukan keluarga kaya raya, bahkan bisa dibilang merupakan keluarga sederhana di Kabupaten Probolinggo.

Kalau keluarga besar Mak Raden tak mempermasalahkan harga BBM dan bahan makanan pokok yang akhir-akhir ini membuat masyarakat puyeng, itu lantaran mereka hidup dengan mengandalkan alam sekitar tempat tinggal mereka. Bersama kelima anak dan seorang menantunya, Mak Raden sudah puluhan tahun menetap di sebuah goa di lereng Gunung Argopuro, tepatnya di Puncak Sekarsari, Desa Kedung Sumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Suami Mak Raden, Raden Fudin, sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Rumah keluarga itu berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter dari rumah penduduk, dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki mendaki. Karena berada dalam goa, dinding dan atap rumah mereka terdiri dari bebatuan, tapi telah terpoles rapi. “Di sini enak, pokoknya serba tenang, tidak ada yang menggangu,” ujar Yatim, anak kelima Mak Raden, saat ditemui Surya pekan lalu.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga ini mengandalkan hasil kebun dan ternak sendiri. Sayur langsung memetik, dan jika ingin makan daging hanya menyembelih ayam peliharaan. “Kami punya 18 ekor kambing. Dulu lebih banyak tapi satu per satu kami sembelih,” jelas Alwi yang menikahi anak kedua Mak Raden, Sri Wahyuni.

Kalau sakit, mereka pun lebih sering mengandalkan penyembuhan dari ramuan tanaman obat yang banyak tersedia di sekitar tempat tinggal mereka. Pasangan Mak Raden dan Raden Fudin ini dikaruniai lima anak, yakni Siti, Fatimah, Sri Wahyuni, Juprim, dan Yatim. Dari kelima anaknya, yang menetap di rumah goa itu adalah Fatimah; Sri Wahyuni bersama suaminya, Alwi; dan Yatim bersama istri dan seorang anaknya. Sedangkan Siti dan Jupri memilih tinggal di daerah permukiman di dusun sekitar.

Pasar terdekat berjarak 12 kilometer. Di sana mereka hanya membeli gula dan keperluan dapur lain yang diproduksi pabrik. Karena itu, naik-turun harga bahan makanan pokok tak begitu berdampak pada mereka. Di sekitar tempat tinggal itu, listrik diusahakan dari energi surya meski keluarga Mak Raden masih memakai aki untuk tambahan listrik.

“Sejak Indonesia merdeka, kami belum bisa merasakan aliran listrik,” kata Sumaidi, salah seorang tokoh Dusun Kalianyar, kepada Surya, Rabu (28/5). Meski rumah goanya berada pada ketinggian 2.000 meter dari rumah-rumah warga lainnya, keluarga Mak Raden tercatat sebagai penduduk Dusun Kalianyar. Dusun Kalianyar sendiri dihuni 300 kepala keluarga.

Alasan tinggal di gunung

Menurut Alwi, tinggal di gunung itu sudah turun-temurun. Apalagi, di Puncak Sekarsari terdapat makam leluhur keluarga itu Alwi bercerita, konon ada pesan dari para leluhur keluarga agar menjaga makam mereka. Ada sebuah goa lain di sekitar goa tempat keluarga Mak Raden menetap yang kini dijadikan tujuan ziarah dan tempat berdoa warga dusun, bahkan warga dari desa lain. Goa itu kini menjadi tempat peribadatan yang disakralkan.

Dari pemberian para peziarah yang mengunjungi goa itulah keluarga Mak Raden mendapatkan penghasilan. Biasanya, peziarah datang setiap malam Jumat. Namun, karena hidup mereka sederhana saja, penghasilan yang pas-pasan tak memengaruhi kecukupan keluarga Mak Raden dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski berada di tempat terpencil, hubungan keluarga Mak Raden dengan warga lain cukup baik . “Mereka penduduk yang baik. Saat pemilihan kepala desa, mereka juga ikut coblos,” kata Abdullah, Kepala Desa Kedung Sumur.

Comments on: "Kenaikan BBM Tak Pengaruhi Manusia Goa" (1)

  1. enak y jadi manusia gua…………………………

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.