09.06.08
Minyak Turun 9 Dolar Sepekan

New York – Harga minyak mentah dunia kembali turun ke level US$ 106 per barel. Sepanjang pekan ini, harga minyak terpangkas hingga 9,23 dolar AS.
Pada perdagangan Jumat (5/9/2008), minyak jenis light sweet pengiriman Oktober kembali turun 1,66 dolar atau 1,54% ke level US$ 106,23 per barel. Harga bahkan sempat menyentuh US$ 105,13 per barel.
Kontrak ini mencatat penurunan 9,23 dolar atau 8% dalam sepekan. Rekor tertinggi kontrak ini dicapai pada 11 Juli lali pada harga US$147,27 per barel.
Di London, kontrak minyak jenis Brent juga turun hingga 2,21 dolar atau 2,08% ke level US$ 104,09 per barel.
Lanjutan penurunan harga minyak ini terutama karena digelayuti sentimen melemahnya perekonomian yang akan mengurangi permintaan. Gambaran pelemahan ekonomi AS semakin nyata setelah keluarnya data pengangguran AS yang lebih besar dari ekspektasi selama Agustus.
Dolar AS kemarin akhirnya melemah atas euro setelah data pengangguran AS menunjukkan kenaikan menjadi 6,1% selama Agustus, atau tertinggi dalam lima tahun terakhir.
“Perekonomian di AS dan Eropa berbalik menjadi buruk dan orang menyadari bahwa pertumbuhan China, India dan Brasil tidak akan cukup untuk menutupinya,” jelas Kyle Cooper, Direktur Riset IAF Advisors seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/9/2008).
“Harga minyak menggambarkan perhatian terhadap melemahnya permintaan dan juga dolar AS yang kembali terapresiasi. Outlook perekonomian global jauh dari tanda-tanda berkembang dan memunculkan perhatian seputar hancurnya permintaan sehingga menekan harga minyak,” ujar Nimit Khamar, analis dari Sucden seperti dikutip dari AFP.(qom/qom)
